KESIAPSIAGAAN BELA NEGARA
Kesiapsiagaan Bela Negara adalah suatu keadaan siap siaga yang dimiliki oleh seseorang baik secara fisik, mental, maupun sosial dalam menghadapi situasi kerja yang beragam yang dilakukan berdasarkan kebulatan sikap dan tekad secara ikhlas dan sadar disertai kerelaan berkorban sepenuh jiwa raga yang dilandasi oleh kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD NKRI 1945 untuk menjaga, merawat, dan menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara (LAN, 2019). Untuk menciptakan kesiapsiagaan bela negara, diperlulan kemampuan awal bela negara. Kemampuan awal bela negara berupa kesehatan jasmani dan mental; kesiapsiagaan jasmani dan mental; etika, etiket dan moral; serta kearifan lokal.
Kesehatan
jasmani memainkan peran yang sangat penting dalam kesiapsiagaan bela negara. Warga
negara yang sehat secara fisik akan lebih mudah dalam menghadapi berbagai
situasi. Kesehatan jasmani yang buruk dapat membatasi kemampuan kita dalam
bertindak. Olahraga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan
fisik dalam rangka kesiapsiagaan bela negara. Olahraga dapat membantu dalam
meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan fisik, kelenturan, metabolisme tubuh,
dan kekuatan otot. Olahraga juga dapat membantu dalam mengurangi stress dan
kesemasan. Selain olahraga, perlu pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan
fisik. Pola hidup sehat yaitu segala upaya guna menerapkan kebiasaan baik dalam
menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan diri dari kebiasaan buruk yang
dapat mengangganggu kesehatan. Pola hidup sehat dapat diwujudkan dengan cara
memakan makanan yang sehat, melakukan aktifitas sehat, berpikir sehat, dan
beristirahat dengan sehat.
Kesiapsiagaan
bela negara tidak hanya melibatkan kesehatan fisik, tetapi juga melibatkan
kesehatan mental. Untuk menciptakan kesehatan mental, kita harus memiliki
kesehatan dalam berpikir, kendali diri, manajemen stress, emosi positif dan
makna hidup. Kesehatan dalam berpikir memengaruhi bagaimana seseorang merespons
masalah dan mengambil keputusan yang berbasis pada akal sehat. Dengan berpikir
positif dan optimis seseorang dapat mengubah pandangan negatif menjadi positif.
Kendali diri merupakan kemampuan untuk mengendalikan emosi dan keinginan yang
dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Seseorang dapat memperkuat kemampuan
pengendalian diri mereka agar dapat
menghindari tindakan yang sebenarnya tidak perlu atau tidak diinginkan. Manjemen
stres juga sangat penting dalam kesehatan mental. Stres dapat memengaruhi kesehatan
mental seseorang, karena itu diperlukan manajemen stres yang baik agar dapat
mengatasi stres. Emosi positif memainkan peran yang penting dalam kesehatan
mental seseorang. Emosi positif berupa rasa syukur, sabar dan ikhlas yang dapat
menciptakan kebahagiaan dalam hidup. Makna hidup juga memiliki peran penting
dalam kesehatan mental. Makna hidup dalam kesehatan spiritual merupakan
perwujudan dari bakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kesiapsiagaan
bela negara juga membutuhkan kesiapsiagaan jasmani dan mental. Kesiapsiagaan
jasmani adalah kesanggupan seseorang untuk melaksanakan tugas atau kegiatan
fisik secara lebih baik dan efisien. Kesiapsiagaan jasmani diperlukan untuk
melaksanakan suatu pekerjaan yang ringan maupun berat secara fisik dan
mengurangi risiko cedera atau lelah berlebihan yang dapat mengurangi
efektivitas bela negara. Kesiapsiagaan mental adalah kesiapsiagaan seorang
dengan memahami kondisi mental, perkembangan mental, dan proses menyesuaikan
diri terhadap berbagai tuntutan sesuai dengan perkembangan mental/jiwa, baik
tuntutan dalam diri sendiri maupun luar dirinya sendiri, seperti menyesuaikan
diri dengan lingkungan rumah, sekolah, lingkungan kerja dan masyarakat.
Kesiapsiagaan
bela negara berkaitan erat dengan konsep etika, etiket, dan moral yang harus
dipegang oleh setiap warga negara. Etika adalah ilmu mengenai mana yang baik
dan mana yang buruk. Etiket adalah aturan atau tata cara berprilaku yang
diterapkan dalam pergaulan sosial. Etiket dalam hal ini meliputi tata cara
berpakaian, berdiri, duduk, berjalan, bersalaman, berbicara, mengkonsumsi
jamuan, dan perilaku baik lainnya.
Kesiapsiagaan
bela negara tidak terlepas dari kearifan lokal. Kearifan lokal adalah hasil
pemikiran dan perbuatan yang diperoleh manusia di tempat ia hidup dengan lingkungan
alam sekitarnya untuk memperoleh kebaikan. Kearifan lokal seperti ‘Bhineka
Tunggal Ika” dapat memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas dalam membela
negara.
Kesiapsiagaan
bela negara merupakan tanggungjawab yang harus diemban oleh seluruh lapisan
masyarakat tanpa terkecuali. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama antara
seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan bela negara. Selain
kesadaran diri sendiri, untuk menciptakan kesehatan fisik keseluruhan masyarkat
saya rasa perlu peran dari pemerintah berupa penguatan kampanye Germas,
penyediaan fasilitas olahraga yang nyaman, menyediakan trotoar yang nyaman dan
aman untuk berjalan kaki serta perbaikan sistem pelayanan kesehatan. Budaya
antikorupsi juga harus lebih diaplikasikan oleh seluruh pegawai negeri agar
terciptanya kepercayaan masyarakat sehingga membuat mental membela negara
semakin kuat dan tidak timbul mental “ah males bela negara, pegawai negeri aja
ga bener”. Etika dan etiket yang baik pun harus lebih diaplikasikan oleh pegawai
negeri maupun masyarakat. Selain itu untuk meningkatkan kesiapsiagaan bela
negara, Pendidikan dan pelatihan tentang kesiapsiagaan bela negara harus
menjadi bagian dari kurikulum pendidikan. Kampanye mengenai kesiapsiagaan bela
negara pun harus diselenggarakan secara terus-menerus.
Kesimpulannya, Bela Negara harus dilakukan oleh seluruh kalangan masyarakat. Kesiapsiagaan yang diperlukan berupa kesehatan dan kesiapsiagaan fisik dan mental; etika, etiket, dan moral; serta kearifan lokal. Untuk meningkatkan kualitas kesiapsiagaan bela negara perlu dilakukan kerjasama semua lapisan masyarakat demi Indonesia yang lebih baik.
Lembaga Administrasi Negara. (2019). Modul
Pelatihan Dasar Calon PNS Kesiapsiagaan Bela Negara. Jakarta: LAN.
sangat bermanfaat, tentu bela negara tentu menjadi pokok wajib bagi setiap warga negara indonesia
BalasHapus